Sebuah Catatan

Beberapa hari yang lalu, saya menemukan kertas yang berisi catatan teman baik saya untuk saya. Kira-kira sekitar 2 atau 3 tahun lalu waktu masih SMA. Hmm, ga da perubahan, dan catatan ini membuat saya dan Anda dapat berpikir..

to: ice tea

from: sinichi_melindsay@….com

  • Aku selalu teringat akan perkataan seseorang kepada dirinya untuk menjadi motivasi pribadi :

“Aku belajar dengan tekun bukan karena kewajibanku sebagai pelajar tetapi semua itu berdasar pada tanggung jawabku terhadap waktu.”

Jika kita melihat apa yang telah kita lakukan, begitu sia-sianya waktu. Setiap saat selalu bergerak dan tak akan pernah berbalik. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui limit sang sekon walau manusia dapat melewati 3×108 s pun. Manusia hanya memiliki kesempatan yang bergerak untuk mengetahui kekuasaan-Nya.

Bodohnya akal manusia yang sudah menyiakan sekon demi sekon dalam periode yang lama.Padahal betapa berharganya 1×10-8 sekon ketika berada dalam keadaan dibawah gedung WTC pada 11 September 2001 silam atau pun terjebak dalam gulungan bah tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang lalu..

Hanya mereka yang terjepit dan terbelit yang menghargai satu kecepatan masa.

Thanks to Amelinda yang udah nulis note ini di binder-ku

Advertisement

About ice-tea

I'm just an ordinary woman, who try to become an extaordinary woman.
This entry was posted in sekedar kata and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Sebuah Catatan

  1. isty,,,, tahnx ya udah nyimpen coretannya…. ini waktu kita bulma ya…. terima kasih sahabat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s