Nyawa Hidupku di PATAS AC

Perjalananan pagi menuju kantor saya hari ini sama seperti biasanya. Berangkat dari rumah sekitar jam tujuh pagi, dengan perkiraan sampai di kantor pukul 9.15,rumus kecepatan v=s/t, dengan v adalah kecepatan, s adalah jarak dan t adalah waktu,sepertinya nggak akan akurat kalau saya gunakan pagi ini.
of course-laaah!!
Kemacetan mungkin sudah jadi budaya, setiap hari nggak pernah nggak macet (menurut saya). Ya mungkin saya juga yang sering berangkat di jam-jam macet, mungkin kalau saya berangkat lebih awal bisa ga kena macet.

(O’o..sdh ada 3 kata mungkin)

Next,
Dan yg menemani saya pada perjalanan macet di bus PATAS AC jurusan Senen , adalah Gen Fm,  98.7 suara musik terkini. Bersama Kemal dan T-J di Semangat pagi. Apalagi dengerin salah sambung sering banget bikin saya geli sendiri, di tambah ulah marulah tiwi-ketiwi Kemal dan T-J.  Tapi aktiitas denger radio ini nggak berlangsung lama, soalnya nggak lama kemudian, naiklah pengamen sang ksatria bergitar. Si pengamen dengan rambut gondrong itu mulai mengucapkan salam kepada para penumpang. Saya pun menyudahi radio gen fm dengan mencabut headset dari telinga saya, dan berniat mendengarkan si pengamen itu saja. Si pengamen masih menyetem gitarnya, dan nggak lama kemudian terlantunlah “I could stay awake just to
hear you breathing..
“, Wahh,,lagunya Aerosmith, I dont wanna miss a thing. Saya menikmati lagu ini, suara si pengamen juga nggak jelek, tapi lumayan. Ibu yg duduk di sebelah saya sepertinya jg menikmati lagu dan petikan gitar ini.

I don’t wanna close my eyes
I don’t wanna fall asleep
‘Cause I’d miss you, babe
And I don’t wanna miss a thing
…..

Aerosmith pun usai, si pengamen mulai memainkan intro lagu barunya, dan sepertinya saya tau lagu ini, intro lagu yang sangat saya suka. Benar-benar melodi!

Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah,,
Yaa, benar tidak salah lagi ini lagu Andra and The backbone, Sempurna.
Dan sangat sempurna lagu ini, petikan gitar ini, membuang kejenuhan di tengah kemacetan. Sepertinya si pengamen sadar para penumpang hanyut sekali dengan lagu yang populer ini(walupun banyak juga yang tidur). Ia pun menyisipkan kata-kata: “lagu ini saya persemsembahkan untuk anda semua para penumpang yang budiman dan budiwati,.” Saya terkekeh dalam hati.

Janganlah kau tinggalkan diriku , takkan mampu ku hadapi semua, hanya bersama mu ku akan bisa,
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna… Sempurna…

Suasana sepi, yg terdengar hanya  suara bapak-bapak di belakang saya yg sedang mengobrol, dan ya,,suara si pengamen itu yg baru saja selesai mengakhiri lagu sempuna dan langsung menyetem gitarnya kembali.

Jarang-jarang saya bisa dapat tempat duduk di dekat jendela, boro-boro dekat jendela, sering kali saya malah harus berdiri menunggu bangku yang kosong tapi kali ini tidak. Di dekat jendela, Hmm……
Memandang keluar malah membuat saya ngantuk.
Tiba-tiba,
intro ini…

Saya bangun dari ngantuk saya dan meraba lagu yang ingin dinyanyikan si pengamen itu.Ini.. Nyawa Hidupku- Ada Band!

Angin malam berhembus..
Lirih dingin menyapa…
Mencoba merasakan, semilir kehadiranmu

Lagu dengan tingkat emosional tinggi yang menempati posisi kedua setelah lagu Kisah Cintaku dari Peterpan di “Chart of Ice Tea’s Emotional Songs”
Saya suka lagu ini, saya suka Ada Band, dan saya suka suara Donnie Sibarani.
Walaupun suara pengamen itu nggak sama kaya Donnie Sibarani, tapi sekali lagi saya beritahu, kalau suara pengamen itu nggak jelek, tapi lumayan. :)

Aku memujiMu..hingga jauh..Terdengar syahdu ke angkasa..
Rintihan hatiku memanggilMu, dapat kah Kau dengar nyawa hidupku…

Itulah, lagu ke-tiga dan terakhir, dari si pengamen gondrong itu.
I would like to say: Thank you so much, udah nyanyiin lagu Nyawa Hidupku wahai pengamen gondrong.. :)
Si pengamen mulai berjalan dari bangku paling depan ke belakang mengumpulkan receh apresiasi para pendengarnya sambil memberi pesan-pesan pada para penumpang. Yaitu, jangan sampai ada barang anda yang tertinggal. Dan semoga selamat dalam perjalanan. Tibalah pengamen itu ke tempat duduk saya, sepertinya wajah saya masih berbinar karna nyawa hidupku tadi. Saya memberikan uang seribuan yang sudah saya siapkan dari tadi. Nggak seberapa sih, tapi nilai apresiasi yang tinggi saya berikan lewat doa pula. Semoga pengamen itu bisa wujudkan mimpinya.  :-)   Aamin. Pengamen itu pun turun. Dan perjalanan pun masih berlanjut menuju kilometer berikutnya. :-)

Sayangnya, saya tidak pernah bertemu dengan si pengamen itu lagi.
Dan sayangnya lagi, saya tidak pernah menemukan pengamen lain yang
menyanyikan lagu nyawa hidupku atau lagu lain milik Ada band.

Pengamen gondrong, smoga kita bertemu lagi, in the next Indonesian Idol 2010!!
(Suara Vj DAniel niihhh….lha?? lho??)

Advertisement

About ice-tea

I'm just an ordinary woman, who try to become an extaordinary woman.
This entry was posted in journal and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Nyawa Hidupku di PATAS AC

  1. kilaucahaya says:

    semoga…pengamen itu menemukan jalan hidupnya yg lebih baik dari pada sekedar pengamen ya?? amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s